Agen Judi Terbaik Rudi Garcia Dulu Dihujat Kini Dipuja

Agen Judi Terbaik Rudi Garcia Dulu Dihujat Kini Dipuja

Agen Judi Terbaik Rudi Garcia Dulu Dihujat Kini Dipuja – AS Roma tengah berpesta pora dengan optimisme membuncah. Performa apik serta rasa percaya diri yang kuat serigala roma tak luput dari hadirnya sosok Rudi Garcia di kursi pelatih.

Pertama kali bergabung dengan AS Roma, manajer asal Perancis ini hadir dengan ekspektasi yang rendah baik dari pemain maupun pendukung Serigala Roma. Selentingan kabar bahwa ia tak pantas berada di AS Roma, serta hujatan fans yang tak setuju dengan adanya dirinya, sempat menjadi mimpi buruk di era kepelatihan Garcia.

Tapi segala hal negatif yang disuguhkan oleh skuad yang baru diarsitekinya ini, dibalas dengan jajaran prestasi untuk skuad.

Bersama Garcia, AS Roma berhasil duduk manis di tangga teratas Serie A, dan hingga minggu keenam, mereka pun mampu mempertahankan rekor 100 persen kemenangan. ini mencatatkan musim ini sebagai start terbaik yang pernah dilakoni AS Roma. Bukan hanya prestasi, tangan dingin Garcia mampu mengolah permainan punggawa Roma menjadi lebih atraktif dan “menggigit”. Persis seperti keinginan para fans.

Sosok dan karakternya yang eksentrik, mencuri perhatian jajaran pemain AS Roma. Ia terlihat santai, tapi disiplin. Ia ramah serta terbuka, tapi disisi lain ia adalah pelatih yang keras. Terkenal flamboyan serta menjadi gitaris band rock, Garcia sukses mencuri hati. Pelatih 49 tahun ini pun dihargai karena sikapnya yang selalu memberi kebebasan untuk para pemainnya berekspresi di lapangan, salah satu faktor yang membuat AS Roma bermain bagus musim ini.

Materi pemain yang disusun Garcia pun sama seperti karakternya, perpaduan dua unsur yang bersbrangan. Ia membangun tim yang terdiri dari pemain senior sebagai pilar penyangga dikolaborasikan dengan pemain-pemain muda ambisius yang penuh talenta. Keputusannya untuk memungut kembali sang bintang yang sempat dibuang pendahulunya, Daniele De Rossi dan Miralem Pjanic dirasa adalah hal tepat dilakukan. Pasalnya, dua pemain gaek ini berpadu sangat bagus di lini tengah dengan berlian muda As Roma, Kevin Strootman.

Ia pun menemapatkan Morgan De Sanctis, sang kiper dengan sejuta pengalaman sebagai pengawal mulut gawang. belum lagi keahliannya memoles kembali sang pemain bintang Francesco Totti hingga mampu menjadi salah satu penyumbang assist terbanyak di Serie A.

Memang benar, perjalanan Garcia bersama AS Roma masihlah panjang. Telalu naif bila telah menobatkan Gacia sebagai pelatih terbaik yang pernah dimilik AS Roma ketika laga baru sampai di ginarta keenam. Tapi Garcia memang telah merebut hati para fans AS Roma ketika berhasil memenangkan skuad ini dalam derby lawan Lazio kemarin. Belum lagi pernyataannya yang sangat menyentuh hati : saya adalah Romanista!

Walau begitu, Garcia tak mau terbuai, walau meja prediksi ramai dengan spekulasi bahwa AS Roma akan pulang dengan trofi juara Serie A musim ini, dirinya berkata bahwa ia hanya berharap serigala Roma mampu sampai hingga lima besar serta lolos ke kompetisi kancah Eropa Agen Judi Terbaik.