Agen Judi Terbaik Ultras Inter Milan Kecam Keputusan FIGC

Agen Judi Terbaik Ultras Inter Milan Kecam Keputusan FIGC

Agen Judi Terbaik Ultras Inter Milan Kecam Keputusan FIGC – Pendukung ultras Inter Milan menghimbau kepada rekan-rekan mereka di seluruh Italia untuk melakukan aksi mogok. Mereka meminta semua pendukung bersatu dalam memecahkan apa yang mereka klaim sebagai peraturan “tidak masuk akal” dan meminta kepada pendukung untuk tidak menuju ke stadion di kompetisi Serie A pada pekan depan.

Kelompok Curva Nord yang menyerukan solidaritas dengan Curva Sud AC Milan, bersama-sama dengan rekan yang lain untuk menentang undang-undang baru yang telah diperkenalkan di sepanjang musim panas yang mengarah ke penutupan stadion – baik sebagian atau seutuhnya – untuk setiap tindakan perilaku diskriminasi rasial oleh pendukung masing-masing tim.

Bahkan peraturan itu juga menghukum diskriminasi wilayah, di mana hal ini telah membuat AC Milan yang akan menghadapi Udinese pada 19 Oktober mendatang dalam kondisi stadion tertutup tanpa ada pendukung dari masing-masing klub, setelah sebelumnya mereka juga diminta melakukan hal yang sama di laga kandang kala menjamu Sampdoria, namun saat itu hanya bagian Curva Sud saja yang ditutup.

“Kami siap dan kami berharap bahwa semua pendukung membuat nyanyian diskriminatif sehingga pertandingan pada akhir pekan tidak ada satu orang pun yang datang ke stadion,” ungkap dalam sebuah banding dari pihak Curva Nord.

“Kami berinisiatif mengusulkan hal ini agar dikoordinasikan dengan penggemar lainnya, ultras, dengan fans rival dari kota kami, dengan penggemar mitra kami, dan dengan saingan abadi, atau orang lain yang menyadari betapa tidak masuk akalnya upaya ini, untuk menutupi pemikiran kita dengan alien (hal-hal yang aneh).

Wakil presiden AC Milan Adriano Galliani turut menyoroti ketidaksempurnaan dalam aturan baru, setelah klubnya dianggap telah menjadi korban ketika ia mengomentari sanksi yang diterima dari Lega Calcio pada awal pekan lalu.

“Saya bisa melakukannya sendiri: hidup dalam suatu zona Milan dan setuju dengan beberapa kolega untuk melantunkan dan melawan zona kota lain,” ungkapnya. “Jika 50 orang setuju untuk melakukan hal tersebut, mereka bisa membunuh klub dengan membuat nyanyian rasis atau diskriminatif wilayah.

“Saya memahami bahwa tindakan rasis menjadi salah satu permasalahan besar di Italia saat ini, namun permasalahan ini saya rasa juga terjadi di belahan dunia lainnya, tetapi satu hal yang saya pikir kurang dapat diterima adalah diskriminatif terhadap suatu wilayah.”

Bahkan, seharusnya banding yang diajukan oleh pendukung Inter harus ditaati, walaupun hanya bersifat humoris, namun cara ini dianggap ironis, sebagaimana pendukung Napoli pernah melakukan ejekan terhadap diri mereka sendiri pada akhir pekan dengan berharap penyakit kolera menghinggapi kota Naples – nyanyian diskriminatif terkadang sering dilakukan oleh tim penggemar oposisi – cara ini sangat tepat, karena dianggap dapat mengundang hukuman kepada penutupan di beberapa sektor stadion.

Sementara hukuman kedua bisa bila insiden itu tetap terjadi maka berimbas kepada penutupan stadion menyeluruh, sama halnya seperti yang dialami oleh Milan, sementara insiden lebih lanjut dapat menyebabkan kekalahan otomatis dan pemotongan poin.

Namun, tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh Lega Serie A selain menegakkan aturan yang berlaku setelah presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Giancarlo Abete mengatakan peraturan ini ditegakkan di seluruh benua Eropa Agen Judi Terbaik.